Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta

Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta - Pada umumnya, peta umum memiliki warna dan simbol-simbol lain yang mewakili ketampakan alam sebenarnya. Contohnya, Pulau Bali yang memiliki bentang alam dataran rendah hingga dataran tinggi.

Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta

Pewarnaannya dibuat bertingkat, warna hijau menunjukkan dataran rendah dengan ketinggian antara 0 - 100 m, warna hijau muda menunjukkan dataran sedang dengan ketinggian antara 100 - 500 m, warna kuning menunjukkan dataran tinggi dengan ketinggian antara 500 - 1.000 m, dan warna cokelat menunjukkan daerah pegunungan dengan ketinggian 1.000 m. Adapun puncak tertinggi berada di puncak Gunung Agung yang memiliki ketinggian 3.142 m di atas permukaan air laut. Dataran tinggi dan pegunungan terdapat di bagian Utara, semakin ke Selatan, daratan semakin landai.

Hal ini menyebabkan aliran sungai di bagian Utara relatif pendek dan bermuara di Laut Bali,  sedangkan sungai-sungai (disimbolkan dengan garis berkelok-kelok berwarna biru) di bagian Selatan yang bermuara di Samudra Indonesia memiliki aliran yang relatif lebih panjang. Jika diperhatikan, mayoritas aliran sungai mengarah ke Selatan, hanya beberapa sungai saja yang mengalir ke arah Utara.
Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta
Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta
Pulau Bali memiliki rangkaian gunung atau pegunungan di bagian Utara. Kebanyakan gunung-gunung tersebut telah mati (tidak aktif). Hal ini ditunjukkan dengan gambar segitiga hitam di peta. Sementara itu, gunung yang masih aktif hanyalah Gunung Agung dan Gunung Batur (1.717 m) yang digambarkan dengan bentuk segitiga berwarna merah. Perairan darat berupa danau (disimbolkan dengan simbol area berwarna biru). Tercatat ada empat buah danau, yaitu Danau Batur (terluas), Danau Buyan, Danau Bratan, dan Danau Tamblingan. Keempat danau tersebut berada di daratan dengan ketinggian lebih dari 1.000 m di atas permukaan air laut.

Berdasarkan bentang budayanya, Pulau Bali hanya memiliki satu pelabuhan udara (yang disimbolkan dengan gambar pesawat dalam lingkaran), yaitu Bandara Ngurah Rai di Denpasar serta terdapat empat pelabuhan penyeberangan (yang disimbolkan dengan gambar jangkar di dalam lingkaran), yaitu di Gilimanuk, Celukbawang, Benoa, dan di Tanjung Melanting. Berdasarkan skala yang ada, jarak antara ujung Timur Pulau Bali (Tanjung Jambela) hingga ujung Barat Pulau Bali (Tanjung Pasir) sejauh 111,15 km. Sementara itu, jarak antara ujung Utara Pulau Bali (Tanjung Bungkulan) hingga ujung Selatan Pulau Bali (Sawangan) sejauh 63,45 km.

Perairan laut Pulau Bali terdiri atas perairan dangkal (0 - 200 m), perairan sedang (200 - 3.000 m) dan perairan dalam ( 3.000 m). Perairan dangkal terdapat di Selat Bali, bagian Selatan Pulau Bali dan perairan yang mengelilingi Nusa Penida. Kondisi ini menyebabkan kawasan ini banyak dijumpai pantai-pantai yang indah, seperti di Pantai Kuta, Pantai Sanur, Tanah Lot, dan Teluk Jimbaran.

Mengidentifikasi Bentuk Muka Bumi dengan Peta Khusus

Peta khusus atau peta tematik, yaitu peta yang hanya menyajikan suatu data tertentu dalam penyajiannya. Salah satu contoh peta khusus atau peta tematik adalah peta kontur. Kontur adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama di permukaan bumi. Jadi, peta kontur adalah peta yang menyajikan tentang ketinggian tempat di muka bumi. Berikut ini karakteristik garis kontur.
  • Merupakan kurva tertutup dan tidak pernah berpotongan.
  • Selalu bersifat horizontal.
  • Lebih rapat konturnya berarti lerengnya lebih curam.
  • Selalu membelok pada lembah dan mengikuti lereng dari lembah ke arah udik (hulu).
  • Selalu tegak lurus dengan jurusan air yang mengalir dipermukaan (misalnya, aliran sungai).
Interpretasi peta kontur memberikan informasi tentang ketinggian tempat, bentuk lereng (apakah berbentuk cekung, cembung, atau seragam), serta juga dapat menunjukkan kemiringan lereng (apakah lereng tersebut landai atau terjal). Selain itu dari peta kontur juga dapat digunakan untuk menentukan in ersibility atau daerah yang tampak yang diperoleh dari pembuatan profil atau diagram penampang. Profil atau penampang adalah gambaran kenampakan suatu daerah apabila dipotong secara vertikal oleh bidang tegak lurus terhadap permukaannya. Perhatikanlah contoh berikut!
Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta
Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta
Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa semakin rapat garis antarkontur, maka kemiringan lereng semakin terjal. Sebaliknya, semakin jarang garis antarkontur, maka kemiringan lereng semakin landai.

a. Bentuk Lereng

Selain untuk mengetahui kemiringan lereng, identifikasi tentang garis kontur juga dapat untuk mengetahui bentuk lereng. Berdasarkan bentuknya, lereng dapat berbentuk seragam, cekung, ataupun cembung. Lereng dapat pula berbentuk tegak lurus atau tebing, sehingga bila digambarkan menunjukkan garis kontur yang saling berimpit. Berikut ini contoh penggambaran ketiga bentuk lereng tersebut.

Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta

Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta

Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta




b . Bentuk Bukit

Penampang melintang suatu bukit tidaklah sama,  ada yang memanjang dan ada yang membulat. Pada  gambar berikut terlihat bahwa gambar (a) adalah  gambar peta kontur yang menunjukkan bukit  memanjang, sedangkan gambar (b) adalah gambar  peta kontur yang menunjukkan bukit yang membulat.
Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta

   Jendela Info     Bentuk lahan dapat berubah seiring dengan waktu sebagai hasil dari berbagai faktor dinamis. Faktor ini meliputi gerakan tektonik, cuaca, erosi, dan gravitasi.

c . Cekungan atau Depresi

Cekungan adalah bentuk muka bumi yang lebih rendah dari permukaan bumi di sekelilingnya. Cekungan dapat pula terjadi di puncak bukit atau gunung yang membentuk semacam kaldera luas seperti yang terdapat di Gunung Bromo. Bahkan di beberapa tempat, cekungan atau depresi dapat memiliki ketinggian di bawah permukaan air laut. Pada peta topografi, cekungan digambarkan dengan garis kontur yang semakin mengecil ke arah dalam, sehingga berlawanan dengan penggambaran gambar sebuah bukit.
Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta
Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta

Rangkuman PETA TENTANG POLA DAN BENTUK MUKA BUMI
Bentuk-bentuk muka bumi yang ada di daratan maupun bentuk muka di lautan dapat digambarkan dalam peta dengan menggunakan simbol-simbol baik itu simbol titik, simbol garis, simbol area, dan juga simbol warna. Bentuk-bentuk muka bumi daratan meliputi dataran rendah, dataran tinggi, kawasan pegunungan atau perbukitan, rawa atau danau atau waduk, sungai, serta gunung.

Pada peta umum dataran rendah digambarkan dengan simbol area berwarna hijau, dataran tinggi digambarkan dengan menggunakan simbol area berwarna kuning atau cokelat muda, pegunungan digambarkan dengan simbol warna cokelat, danau atau waduk digambarkan dengan simbol garis berkelok-kelok warna biru, gunung digambarkan dengan simbol segitiga, hasil budaya manusia (man made feature) seperti jalan, kota dapat digambarkan dengan simbol titik atau garis dengan warna hitam atau merah. Sementara lautan digambarkan dengan simbol warna biru bergradasi disesuaikan dengan kedalamannya.

Pola sebaran bentuk-bentuk muka bumi dapat diidentifikasi dan diinterpretasikan dengan menggunakan peta umum maupun peta khusus (peta tematik).

Salah satu peta khusus yang dapat menggambarkan bentuk muka bumi adalah peta kontur. Melalui interpretasi, peta kontur dapat diperoleh informasi tentang ketinggian tempat, bentuk lereng, dan juga kemiringan lereng.

Sekian pembahasan mengenai Pola Sebaran Bentuk-Bentuk Muka Bumi pada Peta semoga dapat menambah wawasan sobat, pada artikel ini di sertakan pula rangkuman peta tentang pola dan bentuk muka bumi.