Peninggalan Sejarah Hindu, Buddha

Kamu telah mengetahui periode perkembangan sejarah Indonesia. Salah satu periodenya yaitu  periode Hindu-Budha dan Islam. Nah, sekarang kamu akan membahas peninggalan sejarah  Hindu-Budha dan Islam. Tahukah kamu peninggalan sejarah pada masa tersebut?

Ada banyak peninggalan sejarah yang ditemukan di Indonesia. Peninggalan-peninggalan ini dapat membantumu untuk mengetahui sejarah. Tentu saja sejarah negara kita, yaitu Indonesia. Berdasarkan jenisnya, peninggalan sejarah dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1. Bangunan
Peninggalan sejarah berupa bangunan antara lain candi, prasasti, yupa, patung, relief, gapura, masjid, dan benteng.
Peninggalan Sejarah Hindu, Buddha, dan Islam

2. Karya sastra/kitab
Karya sastra berupa kitab biasanya menceritakan kisah sebuah kerajaan. Ada juga yang menceritakan ramalan, ajaran agama, dan moral. Selain itu, ada juga karya sastra yang menceritakan tentang kepahlawanan seorang tokoh.

3. Adat istiadat
Adat istiadat yaitu budaya yang berasal dari masa lalu. Budaya tersebut masih berlangsung sampai sekarang. Selanjutnya, kamu dapat mengikuti penjelasan peninggalan-peninggalan sejarah Indonesia. Peninggalan yang akan dibahas yaitu peninggalan pada masa Hindu-Budha dan Islam.


Peninggalan-peninggalan Zaman Hindu-Budha

Agama Hindu-Budha dibawa ke nusantara oleh pedagang dan pendeta. Pedagang dan pendeta itu berasal dari India dan Cina. Mereka menempuh perjalanan melalui jalur laut dan darat. Agama Budha mulai masuk ke Indonesia sekitar abad ke-2 Masehi. Kemudian, agama Hindu menyusul masuk ke kawasan nusantara. Masuknya agama Hindu ke nusantara pada awal abad ke-5.

Agama Hindu dan Budha berkembang di nusantara pada masa yang sama. Peninggalan-peninggalan Hindu-Budha yang ditemukan di Indonesia antara lain sebagai berikut.

a.Peninggalan berupa bangunan
1) Candi
Candi merupakan bangunan yang dibuat untuk menghormati arwah penguasa atau raja yang telah meninggal. Candi berasal dari kata  candikagraha. Artinya, ‘rumah candika’. Candika adalah nama salah satu dewa durga atau dewa kematian. Ada beberapa candi peninggalan Hindu-Budha di antaranya sebagai berikut.

a) Candi Portibi
Candi Portibi merupakan peninggalan Kerajaan Panai yang bercorak Hindu. Candi Portibi terletak di Padang Balok, Gunung Tua, Provinsi Sumatera Utara. Candi ini dibangun pada1039.

b) Candi Muara Takus
Candi Muara Takus terletak di Kabupaten Kampai Provinsi Riau. Candi ini dibangun pada masa Kerajaan Sriwijaya abad ke-9 Masehi. Candi ini digunakan sebagai tempat pemujaan penganut agama Hindu Mahayana.

c) Candi Panataran
Candi Panataran ditemukan di daerah Blitar. Candi ini didirikan pada masa Majapahit, yaitu pada1350.

d) Candi Mendut
Candi Mendut didirikan oleh raja India pada 824. Candi ini bercorak Budha. Letaknya di sebelah timur Candi Borobudur.

e) Candi Borobudur
Candi Borobudur terletak di Muntilan, Jawa Tengah. Candi ini didirikan pada 824 Masehi. Candi ini dibangun oleh Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Candi Borobudur terdiri atas 10 tingkat. Hal itu melambangkan sebuah makna, yakni kesempurnaan hidup akan dicapai setelah mencapai 10 tingkatan. Pada permukaan dinding candi Borobudur terdapat gambar yang diukir yang disebut relief.

f)  Candi Prambanan
Candi Prambanan dikenal juga dengan sebutan candi Lorojonggrang. Candi Prambanan terletak di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Candi ini didirikan pada masa Kerajaan mataram, yaitu abad ke-8 Masehi. Candi Prambanan merupakan bangunan suci bagi agama Hindu Siwa. Di dalam candi Prambanan, tersimpan tiga arca, yaitu arca Siwa Mahadewa, Siwa Mahaguru, dan Siwa Ganesha.

2) Prasasti
Prasasti merupakan peninggalan sejarah berupa batu bertulis. Isinya menceritakan penguasa pada  masa pemerintahannya. Prasasti peninggalan kerajaan Hindu-Budha antara lain sebagai berikut.

a) Prasasti Mulawarman yang berangka tahun 400 Masehi. Prasasti ini merupakan peninggalan  Kerajaan Kutai. Prasasti ini ditulis dengan huruf Palawa dan bahasa Sansekerta.

b) Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yaitu Prasasti Ciaruteun, Pasir Jambu, Kebon  Kopi, Pasir Awi, dan Muara Ciateun. Prasasti-prasasti tersebut ditemukan di Bogor. Pada  Prasasti Ciaruteun terdapat gambar telapak kaki Raja Purnawarman. Selain itu, ada juga  Prasasti Cidanghiang yang ditemukan di Banten. Sementara itu, Prasasti Tugu ditemukan di Jakarta.

c) Prasasti peninggalan Kerajaan Kutai, yaitu Prasasti Yupa yang ditemukan di aliran Sungai Mahakam Kalimantan Timur. Di Kalimantan Timur ini, ditemukan tujuh buah Yupa. Yupa merupakan tugu bertulis yang dibuat sebagai peringatan upacara kurban.  Yupa biasa digunakan sebagai penambat hewan yang akan dijadikan kurban. Yupa menerangkan bahwa Raja Mulawarman adalah raja yang mulia dan terkemuka. Beliau telah memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para brahmana di tanah suci Waprakeswara. Yupa ditulis dalam huruf Palawa dan bahasa Sansekerta.

d) Prasasti peninggalan Kerajaan Kediri yaitu Prasasti Padlegan, Weleri, Jaring, dan Pala. Prasasti-prasasti tersebut ditemukan di halaman Candi Prambanan.

e) Prasasti yang mengungkapkan Kerajaan Sriwijaya. Prasasti tersebut ditulis dalam huruf Palawa dan bahasa melayu kuno. Prasasti-prasasti tersebut yaitu:
  • Prasasti Kedukan Bukit (684 M) ditemukan di tepi Sungai Tatang dekat Palembang.
  • Prasasti Talang Tuo (684 M) ditemukan di daerah Talang Tuo, sebelah barat Palembang.
  • Prasasti Telaga Batu (tidak berangka tahun) ditemukan dekat Palembang.
  • Prasasti Kota Kapur (686 M) ditemukan dekat Sungai Menduk di Pulau Bangka.
  • Prasasti Karang Berahi (tidak berangka tahun) ditemukan di tepi Sungai Merangin, Jambi Hulu.
  • Prasasti Palah Pasemah (tidak berangka tahun) ditemukan di tepi Sungai Pisang Lampung Selatan.