Fungsi Hutan

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki hutan yang luas di dunia. Luas hutan tersebut dulu mencapai 113 juta hektar dan terus berkurang drastis akibat kebodohan oknum pemerintah dan penjahat yang selalu haus uang dengan membabat dan menggunduli hutan demi mendapat keuntungan yang besar tanpa melihat dampak bagi lingkungan global. Berdasarkan fungsinya, hutan di berbagai kawasan/wilayah mempunyai peran sebagai fungsi ekologis, fungsi sosial dan fungsi ekonomi. 

A. Hutan di Indonesia

Hutan merupakan sistem penggunaan lahan yang tertutup dan tidak ada campur tangan manusia, masuknya kepentingan manusia secara terbatas seperti pengambilan hasil hutan untuk subsistem tidak mengganggu hutan dan fungsi hutan. Adanya perbedaan jenis tumbuhan di permukaan bumi dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. 

1.  Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran hutan 
a. Iklim 
Iklim dengan unsur-unsurnya, seperti suhu udara, tekanan udara, kelambapan udara, angin dan curah hujan merupakan faktor utama yang mempengaruhi perseberan tumbuhan (flora) di permukaan bumi. Hutan hujan tropis merupakan hutan yang banyak dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi. 
Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran hutan

b. Keadaan tanah
Perbedaaan jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur serta jumlah zat mineral yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman yang tumbuh. Di daerah tropis akan hidup berbagai jenis tumbuhan, sedangkan di daerah gurun atau bersalju hanya akan hidup tumbuhan tertentu. Tumbuhan kaktus salah satu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di gurun pasir.

c.  Tinggi Rendah Permukaan Bumi (relief)  
Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti pegunungan, dataran rendah, perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan tinggi-rendah permukaan bumi mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu udara mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan (flora). Hutan yang terdapat di daerah pegunungan banyak dipengaruhi oleh ketinggian tempat.

d.  Makhluk Hidup (Biotik)  
Makhluk hidup seperti manusia dan hewan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam persebaran tumbuhan (flora). Terutama manusia dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat melakukan persebaran tumbuhan dengan cepat dan mudah. Hutan kota merupakan jenis hutan yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama manusia.

2.  Jenis-jenis Hutan di Indonesia  
Berikut ini adalah pembagian macam-macam/jenis-jenis hutan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia disertai arti definisi dan pengertian :

a. Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis adalah hutan lebat/hutan rimba belantara yang tumbuh di sekitar garis khatulistiwa/equator yang memiliki curah turun hujan yang sangat tinggi. Hutan jenis yang satu ini memiliki tingkat kelembapan yang tinggi, bertanah subur, humus tinggi dan basah serta sulit untuk dimasuki oleh manusia. Hutan ini sangat disukai pembalak hutan liar dan juga pembalak legal jahat yang senang merusak hutan dan merugikan negara trilyunan rupiah. Contoh: hutan Kalimantan, hutan Sumatera, dsb.

b. Hutan Sabana
Hutan sabana adalah hutan padang rumput yang luas dengan jumlah pohon yang sangat sedikit dengan curah hujan yang rendah. Contoh: Nusa Tenggara.

c. Hutan Bakau/Hutan Mangrove
Hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di daerah pantai berlumpur. Contoh: pantai timur Kalimantan, pantai selatan Cilacap, dll.

d. Hutan Rawa
Hutan rawa adalah hutan yang berada di daerah berawa dengan tumbuhan nipah tumbuh di hutan rawa. Contoh: Papua Selatan, Kalimantan, dsb.

B.  Klasifikasi Hutan Berdasarkan Jenis Pohonnya

1.  Berdasarkan keragaman tumbuhan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: 
a.  Hutan Homogen ialah hutan yang ditumbuhi oleh satu jenis pohon/tanaman, misal: hutan jati, hutan pinus, hutan cemara, dll.

b. Hutan Heterogen ialah hutan yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon/tanaman.

2.  Klasifikasi hutan berdasarkan fungsinya dibagi menjadi: 
a. Hutan Wisata
Hutan wisata adalah hutan yang dijadikan suaka alam yang ditujukan untuk melindungi tumbuh-tumbuhan serta hewan/binatang langka agar tidak musnah/punah di masa depan. Hutan suaka alam dilarang untuk ditebang dan diganggu dialih fungsi sebagai buka hutan. Biasanya hutan wisata menjadi tempat rekreasi orang dan tempat penelitian.

b. Hutan Cadangan
Hutan cadangan merupakan hutan yang dijadikan sebagai lahan pertanian dan pemukiman penduduk. Di pulau jawa terdapat sekitar 20 juta hektar hutan cadangan.

c. Hutan Lindung
Hutan lindung adalah hutan yang difungsikan sebagai penjaga keteraturan air dalam tanah (fungsi hidrolisis), menjaga tanah agar tidak terjadi erosi serta untuk mengatur iklim (fungsi klimatologis) sebagai penanggulang pencematan udara seperti CO2 (karbon dioksida) dan CO (karbon monoksida). Hutan lindung sangat dilindungi dari perusakan penebangan hutan membabibuta yang umumnya terdapat di sekitar lereng dan bibir pantai.

d. Hutan Produksi/Hutan Industri
Hutan produksi yaitu adalah hutan yang dapat dikelola untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi. Hutan produksi dapat dikategorikan menjadi dua golongan yakni hutan rimba dan hutan budidaya.

Hutan rimba adalah hutan yang alami sedangkan hutan budidaya adalah hutan yang sengaja dikelola manusia yang biasanya terdiri dari satu jenis tanaman saja. Hutan rimba yang diusahakan manusia harus menebang pohon denga sistem tebang pilih dengan memilih pohon yang cukup umur dan ukuran saja agar yang masih kecil tidak ikut rusak.

C.  Fungsi Hutan Bagi Lingkungan Hidup

Hutan merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sebagian besar rakyat Indonesia, karena hutan memberikan sumber kehidupan bagi kita semua. Hutan menghasilkan air dan oksigen sebagai komponen yang yang sangat diperlukan bagi kehidupan umat manusia. Demikian juga dengan hasil hutan lainnya memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan masyarakat. Hutan bertindak sebagai:

1. Kawasan tadah air dalam memelihara kualitas alam sekitar dengan menyerap dan menapis air hujan sebelum menyalurkannya ke sungai-sungai.
2. Penutup bumi serta melindungi tanah-tanih daripada hakisan air dan angin.
3. Bunga karang (spons) yang berongga, menyerap air hujan dan mengalirkannya perlahan-lahan ke dalam anak-anak sungai untuk mencegah kejadian banjir. Ia juga akan bertindak sebagai penapis dalam menentukan kebersihan dan kejernihan air secara tidak langsung.
4. Penstabil cuaca bumi dan hampir 70% daripada penawaran oksigen dunia adalah datangnya dari hutan hujan tropika.
5. Agen pembersih udara melalui proses fotosintesis.
6. sumber bahan mentah.
7. sumber keluaran hasil hutan bukan kayu yang mempunyai kegunaan yang berlainan.

Fungsi hutan seperti berikut ini:

Pengelolaan hutan bagi kesejahteraan masyarakat merupakan hal yang perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha. Pemanfaatan nilai ekonomis hutan bagi harus seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan hidup sehingga hutan tetap dapat dimanfaatkan secara adil dan berkelanjutan. Adapun fungsi hutan antara lain:

a. Fungsi Ekonomi 
  • Sebagai penghasil kayu dan hasil hutan lainnya seperti rotan,
  • damar dan lain-lain.
  • Melalui penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan sebagainya.
  • Sebagai penghasil devisa bagi negara.
b.  Fungsi Ekologis 
  • Mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman mempertahankan kesuburan tanah.
  • Mencegah terjadinya banjir.
  • Sebagai tempat untuk mempertahankan keanekaragaman hayati.
  • Sumber plasma nutfah; keanekaragaman hewan dan tumbuhan di hutan memungkinkan diperolehnya keanekaragaman gen.
c.  Fungsi Klimatologis  
  • Sebagai penghasil oksigen  
  • Sebagai pengatur iklim 
d.  Fungsi Hidrolis   
  • Sebagai pengatur tata air tanah
  • Sebagai penyimpan air tanah
  • Mencegah intrusi air laut
  • Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau.

Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.


Klaifikasi hutan berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi: hutan wisata, hutan cadangan, hutan lindung, dan hutan produksi.
Fungsi hutan sebagai berikut:

  • Fungsi ekonomis
  • Fungsi ekologis
  • Fungsi klimatologis
  • Funsi hidrologis

D. Kasus/Permasalahan

  • Apakah di desa atau di kota tempat tinggalmu ada hutan?
  • Jelaskan fungsi ekologis hutan!