Nilai-nilai Juang Para Tokoh yang Berperan dalam Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Nilai-nilai Juang Para Tokoh yang Berperan dalam Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara - Pada pembahasan materi PKN kali ini bertujuan untuk menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila dan meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara dalam kehidupan sehari-hari, untuk lebih jelasnya dapat kalian simak dalam penjelasan berikut ini!

Nilai-nilai Juang Para Tokoh yang Berperan dalam Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Mungkin kamu tidak asing lagi dengan dua tokoh pada gambar di atas. Mereka adalah dua orang proklamator Indonesia. Nama mereka tertera pada bagian bawah teks proklamasi. Karena itu kedua tokoh tersebut sering disebut sebagai dwitunggal.

Dwitunggal artinya dua orang tetapi satu. Maksudnya kedua tokoh ini tidak dapat dipisahkan peran perjuangannya bagi pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kamu semua tahu, nama mereka juga banyak disebut-sebut dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara.

Keteladanan Tokoh Dwitunggal
Keteladanan Tokoh Dwitunggal
Sebagai siswa sekolah dasar, bagaimana kamu mencontoh keteladanan pada diri mereka? Cobalah simak biografi singkat tokoh dwitunggal tersebut pada uraian berikut.

Bung Karno

Tokoh ini lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901. Sebenarnya ia termasuk keturunan bangsawan dan punya gelar insinyur (Ir.). Akan tetapi beliau tidak suka menonjolkan kebangsawanannya ataupun gelar insinyurnya. Beliau lebih senang dipanggil Bung Karno, dan panggilan tersebut hingga sekarang masih melekat di hati bangsa Indonesia.

Hal-hal yang perlu diketahui dari tokoh ini bagi siswa sekolah dasar seperti kamu antara lain, beliau sebagai orang terpelajar. Selain itu beliau juga pejuang, dan pecinta tanah air yang tulen dan sejati. Sebagai seorang terpelajar, hal ini dapat disimak dari perjalanan pendidikan beliau.
Bung Karno
Bung Karno

Perjalanan pendidikan beliau antara lain, ELS (SD zaman Belanda), MULO (tingkat SMP zaman Belanda), HBS (setingkat SMA), dan THS di Bandung (tingkat Perguruan Tinggi dan sekarang menjadi ITB (Institut Teknologi Bandung)). Dari pendidikan terakhir inilah beliau mendapat gelar Ir. (Insinyur). zaman Belanda), Indonesia sebagai bangsa yang dapat menentukan nasib sendiri itulah maka pada masa perjuangannya beliau sering keluar masuk penjara. Bahkan beliau juga pernah dibuang ke Digul (sebuah kawasan di wilayah Papua). Akan tetapi beliau tidak pernah menyerah dalam berjuang. Beliau tetap berjuang dan berjuang demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dalam kaitannya dengan proses perumusan Pancasila. Beliau orang pertama yang menemukan istilah Pancasila. Istilah tersebut muncul dalam pidatonya di hadapan sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tanggal 1 Juni 1945. Kamu semua tahu, tanggal 1 Juni ini, dikenang sebagai hari lahirnya Pancasila.

Masih kaitannya dengan proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, beliau juga sebagai ketua Panitia Sembilan. Tim kecil ini, kamu tahu tugasnya adalah merumuskan dasar negara sesudah berakhirnya sidang pertama BPUPKI. Panitia Kecil ini pula yang akhirnya melahirkan rumusan Pancasila Piagam Jakarta (Djakarta Charter).

Ketika tugas-tugas BPUPKI selesai (dan BPUPKI dibubarkan) untuk diganti dengan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) beliau juga menjadi ketua PPKI.

Beliau juga diminta oleh tokoh-tokoh Indonesia pada waktu itu untuk segera mengumandangkan Kemerdekaan Negara Indonesia. Akhirnya, hari Jum’at, bulan Ramadhan, bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 beliau bertindak atas nama bangsa Indonesia (bersama Moh. Hatta) memproklamirkan kemerdekaan Negara Indonesia.

Bung Hatta

Tokoh ini juga sebagai pejuang serta pecinta tanah air sejati. Lahir di Bukittinggi (Sumatra Barat) pada tanggal 12 Agustus 1902. Selain sebagai pejuang tulen dalam menentang penjajahan, beliau sebagai tokoh terpelajar dan ahli dalam bidang ekonomi. Keahliannya dalam bidang ekonomi, kelak ia dikenal sebagai Bapak Koperasi. Sebagai seorang terpelajar, hal tersebut bisa disimak dari perjalanan pendidikannya.

Antara lain beliau menempuh pendidikan ELS (SD zaman Belanda), MULO (setingkat SMP), Prins Hendrik Schools (sekolah dagang zaman Belanda), dan akhirnya melanjutkan pendidikan ke Handels Hogescool (sekolah tinggi perdagangan di negeri Belanda).

Bung Hatta
Bung Hatta
Waktu bersekolah di negeri Belanda, beliau mendirikan organisasi Perhimpunan Indonesia (Indische Partiej) yang mencita-citakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan demikian beliau memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari luar negeri.

Dalam kaitannya dengan proses perumusan Pancasila, beliau menjadi wakil ketua Panitia Sembilan. Beliau juga yang memprakarsai perubahan sila pertama rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta (baca kembali peristiwa sore hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945).

Terakhir, menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia beliau diminta oleh tokoh-tokoh pejuang untuk mewakili bangsa Indonesia (bersama Bung Karno) untuk memproklamirkan kemerdekaan negara Indonesia. Beliau juga tercatat sebagai wakil presiden pertama negara Indonesia.

Nilai Juang Para Tokoh yang Berperan dalam Proses Perumusan Pancasila

Membuat rumusan dasar negara tentu saja bukan perkara yang mudah. Ada banyak perbedaan pendapat dan pandangan, sebab masyarakat bangsa Indonesia mempunyai keragaman baik itu suku, agama, budaya, adat istiadat dan lain-lain.

Meskipun demikian, ternyata para tokoh yang berperan di dalamnya dapat melakukannya dengan baik. Dengan mencurahkan segenap kemampuan, waktu, tenaga, juga pikiran, mereka akhirnya dapat mempersembahkan karya terbaiknya buat bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Apakah nilai-nilai juang yang patut kita catat dari para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara itu? Paling tidak nilai-nilai juang tersebut adalah sebagai berikut.

1. Wawasan dan Pengetahuan yang Luas

Tidak mungkin orang-orang yang bodoh dan berwawasan sempit dapat bekerja merumuskan dasar negara. Cobalah kamu simak, para tokoh yang berperan dalam merumuskan Pancasila, mereka adalah orang-orang yang memiliki wawasan dan berpengetahuan luas.

Sebagai contoh, Moh. Hatta, Sukarno, Ahmad Subarjo, Mr. A. A. Maramis, Ki Bagus Hadikusumo, dan lain-lain. Mereka semua berwawasan dan berpengetahuan luas. Mereka semua juga orang-orang terpelajar serta berpendidikan.

Nah, dengan wawasan dan pengetahuan yang luas tersebut, mereka dapat berlapang dada pada saat perbedaan-perbedaan pendapat atau mengenai rumusan Pancasila terjadi. Dengan wawasan serta pengetahuan yang luas tersebut, mereka juga menyadari bahwa dalam proses perumusan Pancasila harus lebih mengutamakan kepentingan-kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan.

2. Kerja Keras

Sudah dikatakan, bahwa proses perumusan Pancasila merupakan pekerjaan yang sulit dan berat. Semua orang yang berperan di dalamnya harus memeras otak serta mengerahkan segenap kemampuan untuk menggali dasar-dasar negara yang dapat diterima oleh segenap masyarakat bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai macam golongan dan suku. Tanpa kerja keras dari para tokoh yang terlibat dalam proses perumusan Pancasila itu, mustahil rumusan dasar negara seperti yang ada sekarang ini terwujud.

3. Rendah Hati

Para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila saling berdebat dalam mengemukakan pendapat-pendapatnya tentang dasar negara. Namun demikian mereka tidak bersikap sombong serta ingin selalu menang sendiri. Ketika di antara pendapat para tokoh itu ada yang lebih sesuai dari segi kepentingan bangsa dan negara, merekapun menerima. Demikian di antara pelajaran penting yang perlu kita teladani.

4. Kuatnya Jiwa Persatuan

Perhatikan kembali saat terjadi perbedaan pendapat antara golongan yang berpaham kebangsaan dengan Islam tentang dasar negara. Ketika itu golongan yang berpaham kebangsaan menghendaki kebangsaan harus menjadi dasar negara. Di pihak lain, golongan Islam juga menghendaki agar ajaran Islam mendasari dalam pendirian negara. Perhatikan juga saat wakil-wakil Protestan dan Katolik di wilayah Indonesia bagian Timur menyatakan keberatan terhadap rumusan sila pertama pada teks Pancasila Piagam Jakarta.

5. Rela Berkorban

Baik sengaja atau tidak sengaja, dalam proses perumusan Pancasila tentu bersinggungan dengan berbagai kepentingan yang seringkali bertentangan. Ada kepentingan yang besar, yakni untuk seluruh bangsa. Ada juga kepentingan yang kecil, yakni kepentingan-kepentingan yang bersifat pribadi atau kelompok. Demi kepentingan yang lebih besar, para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila tidak jarang mengorbankan kepentingan-kepentingan yang lebih kecil. Inilah salah satu nilai juang para tokoh yang patut kita teladani.

Meneladani Nilai Juang Para Tokoh dalam Proses Perumusan Pancasila

Perhatikan kembali bagaimana liku-liku proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara? Perhatikan juga para tokoh yang berperan di dalamnya. Berbagai peristiwa yang mencerminkan sikap-sikap misalnya, kerja keras, rendah hati, mengutamakan kepentingan bangsa serta negara, dan lain-lain banyak terjadi.

Lantas, nilai-nilai apakah yang patut kamu teladani dalam kehidupan sehari-hari pada saat ini dari para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila? Barangkali meliputi hal-hal seperti berikut.

1. Mau Bekerja Keras

Setiap orang memiliki cita-cita serta keinginan-keinginan. Untuk mewujudkan cita-cita serta keinginan tersebut seseorang harus mau bekerja keras. Apakah kamu sudah membiasakan kerja keras dalam mewujudkan cita-cita serta berbagai keinginanmu?

2. Belajar dengan Giat, Rajin, dan Tekun

Para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara adalah orang-orang yang memiliki wawasan serta pengetahuan luas. Dengan wawasan serta pengetahuan yang luas mereka pun sukses mempersembahkan suatu karya yang tak ternilai harganya untuk bangsa dan negara.

Apa keteladanan yang perlu kamu ambil dari para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara? Tidak lain adalah dengan belajar yang giat, rajin, serta tekun. Dengan belajar giat, rajin, serta tekun wawasan dan pengetahuanmu akan bertambah luas.

3. Mau Bertanggung Jawab

Dalam setiap sidang proses perumusan Pancasila tidak semua pendapat para tokoh itu diterima. Namun demikian para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila tersebut tetap melaksanakan apa yang sudah menjadi keputusan sidang. Inilah contoh sikap tanggung jawab yang perlu kita teladani.

4. Menghargai Perbedaan

Dari awal sampai akhir persidangan proses perumusan Pancasila, senantiasa terdapat perbedaan pendapat dan pandangan. Seringkali perbedaan-perbedaan tersebut bahkan memunculkan perdebatan sengit. Akan tetapi semua perbedaan-perbedaan tersebut dapat diselesaikan bersama-sama dengan baik.

Mengapa segala perbedaan yang muncul tersebut dapat terselesaikan dengan baik? Tidak lain karena para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila itu senantiasa bersikap menghargai perbedaan-perbedaan. Inilah di antara sikap yang patut kita teladani.

5. Berjiwa Besar

Selain ada pendapat yang disetujui, dalam musyawarah proses perumusan Pancasila tentu ada juga pendapat yang tidak disetujui. Namun demikian mereka yang pendapatnya tidak disetujui tidak merasa kalah atau tidak dihargai. Para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila memang memiliki sikap berjiwa besar yang patut menjadi teladan dalam kehidupanmu sehari-hari.

Rangkuman

  1. Para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan serta berwawasan luas.
  2. Banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi bersamaan proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Peristiwa-peristiwa tersebut perlu menunjukkan nilai-nilai juang penting yang patut kita teladani.
  3. Berbagai sikap para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, juga perlu kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Sikap-sikap para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila banyak menunjukkan nilai-nilai juang yang perlu diteladani.
  5. Beberapa contoh nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila, misalnya kerja keras, berjiwa besar, rendah hati, rela berkorban, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, dan lain-lain.
Tokoh-tokoh yang Berperan dalam Proses Perumusan Pancasila
Siapa tokoh-tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara itu? Tidak lain adalah mereka yang bergabung dalam badan yang bernama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

BPUPKI berdiri tanggal 1 Maret 1945. Anggota-anggotanya ada 67 orang (termasuk di dalamnya ada orang-orang Jepang). Anggota-anggota tersebut dilantik pada tanggal 28 Mei 1945.

Susunan anggota-anggota BPUPKI adalah sebagai berikut:
Ketua : Dr. KRT Radjiman Widyodiningrat
Ketua Muda I : Ichibangase (anggota luar biasa, bangsa Jepang)
Ketua Muda II : Raden Pandji Suroso (merangkap kepala tata usaha)
Anggota : 60 orang (tidak termasuk ketua dan ketua muda)

Nama-nama anggota BPUPKI menurut nomor urutan tempat duduknya adalah sebagai berikut:
1. Ir. Sukarno
2. Mr. Muh. Yamin
3. Dr. R. Kusumah Atmadja
4. R. Abdulrahim Pratalykrama
5. R. Aris
6. K. H. Dewantara
7. Ki Bagus Hadikusomo
8. B. P. H. Bintoro
9. A. K. Muzakkir
10. B. P. H. Purbojo
11. R. A. A. Wiranatakusuma
12. Ir. Ashar Sutedjo Munandar
13. Oeij Tiang Tjoei
14. Drs. Moh. Hatta
15. Oei Tjong Hauw
16. H. Agus Salim
17. M. Sutardjo Kartohadikusuma
18. R. M. Margono Djojohadikusumo
19. K. H. Abdul Halim
20. K. H. Masykur
21. R. Sudirman
22. Prof. Dr. P. A. Husen Djayadiningrat
23. Prof. Dr. Soepomo
24. Prof. Ir. R. Rooseno
25. Mr. R. Pandji Singgih
26. Mr. Ny. Maria Ulfah Santoso
27. R. M. T. A. Surjo
28. R. Ruslan Wongsokusumo
29. Mr. R. Susanto Titoprodjo
30. Ny. R. S. S. Sunarjo Mangunpuspito
31. Dr. R. Buntaran Martoadmodjo
32. Liem Koen Hian
33. Mr. J. Latuharhary
34. Mr. R. Hindromartono
35. R. Sukardjo Wirjopranoto
36. H. Ahmad Sanusi
37. A. M. Dasaat
38. Mr. Tan Eng Hoa
39. Ir. R. M. P. Surachman Tjokroadisurio
40. R. A. A. Sumitro Kolopaking Purbonegoro
41. K. R. M. T. H. Wuryadiningrat
42. Mr. A. Subardjo
43. Prof. Dr. R. Djenal Asikin Widjadjakusuma
44. Abikusno Tjokrosujoso
45. Parada Harahap
46. Mr. R. M. Sartono
47. K. H. M. Mansoer
48. Drs. K. R. M. A. Surodiningrat
49. Mr. R. Suwandi
50. K. H. A. Wachid Hasyim
51. P. F. Dahler
52. Dr. Sukiman
53. Mr. K. R. M. T. Wongsonegoro
54. R. Otto Iskandar Dinata
55. A. Baswedan
56. Abdul Kadir
57. Dr. Samsi
58. Mr. A. A. Maramis
59. Mr. R. Samsudin
60. Mr. Sastromuljono

Sekian pembahasan mengenai Nilai-nilai Juang Para Tokoh yang Berperan dalam Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara dan juga menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila dan meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara dalam kehidupan sehari-hari, semoga dapat membantu dalam proses sobat belajar!